SEMARANG, Berita Merdeka Online – Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) IX tingkat Kota Semarang yang diselenggarakan Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (Badko LPQ) Kota Semarang resmi dibuka,

Minggu (1/2/2026).

Kegiatan ini dipusatkan di Kampus 2 Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Gunungpati, dan diikuti ratusan santri dari berbagai jenjang usia.

Pembukaan FASI IX dilakukan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Semarang, Dr. Muhammad Ahsan, S.Ag., M.Kom., yang hadir mewakili Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M.

Dalam sambutannya, Muhammad Ahsan menegaskan komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam mendukung penuh pelaksanaan FASI sebagai bagian dari pembinaan generasi religius sejak dini.

“Pemerintah Kota Semarang sangat mendukung kegiatan Festival Anak Saleh Indonesia. Harapannya, dari ajang ini akan lahir duta-duta terbaik yang mampu mewakili Kota Semarang di tingkat Provinsi Jawa Tengah, bahkan meraih prestasi sebagai juara umum,” ujarnya.

Ia menambahkan, FASI tidak hanya sekadar ajang perlombaan, namun juga momentum strategis dalam membangun karakter religius anak-anak.

Menurutnya, generasi muda yang saat ini mengikuti FASI merupakan calon pemimpin masa depan yang diharapkan mampu membawa Indonesia menuju masa emas.


Kabag Kesra Setda Kota Semarang, Muhammad Ahsan membuka kegiatan FASI IX di Kampus 2 Unwahas Semarang, Minggu 1 Februari 2026. (Foto: Mualim)

Ketua Badko LPQ Kota Semarang, Dr. Bahrul Fawaid, S.HI., M.SI., menyampaikan bahwa FASI IX diikuti sebanyak 741 peserta, dengan total kehadiran peserta dan pendamping mencapai sekitar 1.700 orang.

Ia menjelaskan, FASI diselenggarakan secara berjenjang mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kota, provinsi hingga nasional.

“Setelah tingkat kota ini, nantinya FASI Provinsi Jawa Tengah direncanakan digelar di Donohudan pada pertengahan tahun, kemudian berlanjut ke tingkat nasional,” jelasnya.

Menurut Bahrul Fawaid, tujuan utama FASI sejalan dengan visi Badko LPQ, yakni membentuk generasi Qur’ani yang kokoh dalam akidah, rajin beribadah, berakhlakul karimah, serta memiliki kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berbagai cabang lomba dipertandingkan dalam FASI IX, mulai dari tartil, tilawah, ceramah, mewarnai, menggambar, kaligrafi, Cerdas Cermat Qur’an (CCQ), nasyid, syarhil Qur’an, ikrar, hingga puitisasi Al-Qur’an.

Perlombaan tersebut dibagi dalam tiga kategori usia, yakni TKQ (4–6 tahun), TPQ (7–12 tahun), dan TQA (12 tahun ke atas).

“Harapannya, akan lahir santri-santri LPQ yang tidak hanya pandai membaca dan menulis Al-Qur’an, tetapi juga memiliki mental juara dan kesiapan berkompetisi sebagai bekal estafet kepemimpinan di masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Wahid Hasyim Semarang, Prof. Dr. Helmy Purwanto, S.T., M.T., IPM., menyampaikan dukungan penuh Unwahas terhadap program Badko LPQ Kota Semarang.

Menurutnya, FASI menjadi wadah strategis dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an dan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

“Dari kegiatan ini akan lahir generasi yang berakhlakul karimah dan menjiwai nilai-nilai Islam. Universitas Wahid Hasyim juga berkomitmen mendukung hal tersebut melalui program beasiswa bagi mahasiswa penghafal Al-Qur’an,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, program beasiswa penghafal Al-Qur’an telah berjalan sejak 2010-an dan akan terus ditingkatkan. Pada tahun 2026, Unwahas menyediakan total 350 beasiswa yang meliputi KIP Kuliah, beasiswa prestasi, serta beasiswa hafalan Al-Qur’an.

Selain itu, Prof. Helmy juga mengapresiasi kehadiran pelaku UMKM yang turut meramaikan FASI IX.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berdampak pada pembinaan keagamaan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

 

Editor: Mualim

Sumber: BeritaMerdekaOnline.com - https://www.beritamerdekaonline.com/fasi-ix-kota-semarang-resmi-dibuka-diikuti-741-peserta-dari-berbagai-jenjang-usia/jawa-tengah/