FASI IX Kota Semarang Digelar di Unwahas: 741 Santri Berebut Tiket ke Tingkat Provinsi
- Ditulis oleh Badko LPQ Semarang
SEMARANG, suaramerdeka.com – Suasana ceria sekaligus khidmat menyelimuti Kampus 2 Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Gunungpati, Minggu (1/2/2026).
Ratusan anak mengenakan busana terbaik mereka, didampingi guru dan orang tua, berkumpul dengan semangat yang sama, mengikuti Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) IX tingkat Kota Semarang.
Ajang rutin tiga tahunan yang digelar Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (Badko LPQ) Kota Semarang itu digelar dengan penuh antusias.
Sebanyak 741 santri dari berbagai jenjang usia hadir sebagai peserta. Sementara total kehadiran bersama para pendamping mencapai sekitar 1.700 orang.
Ketua Umum Badko LPQ Provinsi Jawa Tengah KH Nur Fauzan Ahmad mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, FASI Kota Semarang menjadi FASI pertama yang digelar di Jateng pada tahun ini.
"Semoga dengan digelarnya FASI ini akan melahirkan putra putri yang prestasi, mulai dari tingkat kota, provinsi, hingga nasional nanti," ujarnya.'
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Semarang Muhammad Ahsan yang mewakili Wali Kota Semarang, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Semarang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan FASI.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian penting dalam upaya pembinaan generasi religius sejak usia dini.
“Pemerintah Kota Semarang sangat mendukung kegiatan Festival Anak Saleh Indonesia. Harapannya, dari ajang ini akan lahir duta-duta terbaik yang mampu mewakili Kota Semarang di tingkat Provinsi Jawa Tengah, bahkan meraih prestasi sebagai juara umum,” ujarnya.
Lebih dari sekadar perlombaan, lanjut Ahsan, FASI merupakan momentum strategis untuk membangun karakter anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, cinta Al-Qur’an, sekaligus memiliki semangat kebangsaan.
“Anak-anak yang hari ini mengikuti FASI adalah calon pemimpin masa depan. Di tangan merekalah estafet pembangunan bangsa akan berlanjut menuju Indonesia Emas,” tegasnya.
Semangat serupa juga disampaikan Ketua Badko LPQ Kota Semarang Bahrul Fawaid.
Ia menjelaskan bahwa FASI merupakan kegiatan berjenjang yang dimulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kota, provinsi, hingga nasional.
“Setelah pelaksanaan tingkat kota ini, FASI Provinsi Jawa Tengah direncanakan digelar di Donohudan pada pertengahan tahun, kemudian berlanjut ke tingkat nasional,” jelas Bahrul.
Menurutnya, tujuan utama FASI sejalan dengan visi besar Badko LPQ, yakni membentuk generasi Qur’ani yang kokoh dalam akidah, rajin beribadah, berakhlakul karimah, serta memiliki kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Beragam cabang lomba pun dipertandingkan dalam FASI IX kali ini.
Mulai dari tartil, tilawah, ceramah, mewarnai, menggambar, kaligrafi, Cerdas Cermat Qur’an (CCQ), nasyid, syarhil Qur’an, ikrar, hingga puitisasi Al-Qur’an.
Seluruhnya dibagi ke dalam tiga kategori usia: TKQ (4–6 tahun), TPQ (7–12 tahun), dan TQA (12 tahun ke atas).
“Harapannya, akan lahir santri-santri LPQ yang tidak hanya pandai membaca dan menulis Al-Qur’an, tetapi juga memiliki mental juara dan kesiapan berkompetisi sebagai bekal kepemimpinan di masa depan,” tambahnya.
Dukungan penuh juga datang dari tuan rumah kegiatan, Universitas Wahid Hasyim Semarang.
Rektor Unwahas Prof Helmy Purwanto, menyambut hangat penyelenggaraan FASI di lingkungan kampusnya.
Menurut Prof Helmy, FASI merupakan wadah strategis untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an dan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
“Dari kegiatan ini akan lahir generasi yang berakhlakul karimah dan menjiwai nilai-nilai Islam. Universitas Wahid Hasyim berkomitmen mendukung hal tersebut melalui program beasiswa bagi mahasiswa penghafal Al-Qur’an,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, program beasiswa penghafal Al-Qur’an telah berjalan sejak 2010-an dan terus dikembangkan.
Pada tahun 2026 ini, Unwahas menyediakan total 350 beasiswa yang meliputi KIP Kuliah, beasiswa prestasi, serta beasiswa khusus hafalan Al-Qur’an.
Tak hanya menjadi ajang pembinaan karakter dan prestasi, FASI IX juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Kehadiran pelaku UMKM yang turut meramaikan lokasi kegiatan mendapat apresiasi khusus dari pihak kampus.
“Kegiatan seperti ini tidak hanya membangun sisi keagamaan, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Ini sinergi yang sangat positif,” ujar Prof. Helmy.
Sepanjang hari, Kampus Unwahas dipenuhi lantunan ayat suci, keceriaan anak-anak, serta semangat berkompetisi yang sehat.
FASI IX Kota Semarang bukan sekadar festival, melainkan perayaan masa depan—tempat lahirnya generasi Qur’ani yang siap mengharumkan Kota Semarang di tingkat yang lebih tinggi.


