Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengungkapkan, pendidik Lembaga Pendidikan Al Quran (LPQ) memiliki peran penting untuk menjadikan generasi emas Indonesia pada tahun 2045.

Hal itu ia ungkapkan di hadapan sekitar 2.525 ustadz ustadzah LPQ se-Kota Semarang pada acara Silaturahmi dan Halalbihalal Badko LPQ Kota Semarang bersama Wali Kota Semarang, di Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Sabtu (11/5/2024).

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Ita tersebut mengatakan, para ustadz LPQ tiada jemu selalu mengajak anak-anak untuk cinta Islam, cinta Alquran, dan cinta kepada sesama.

Hal itu, menurutnya merupakan pendidikan karakter dan pendidikan mental yang dibutuhkan anak-anak.

“Kita melihat ini adalah satu pendidikan karakter yang diperlukan oleh anak-anak kita. Dan ini terbukti Kota Semarang kemarin juga menjadi juara umum MTQ tingkat Jawa Tengah,” katanya.

Karena tidak mungkin, para peserta itu langsung bisa membaca Alquran dengan baik, tanpa peran serta dan didikan dari para ustadz.

“Tidak mungkin besar langsung bisa baca bagus. Pastinya pada saat kecil dulu diajari oleh bapak ibu guru. Setiap hari, setiap saat bapak ibu guru selalu mendorong anak-anak kita,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Ita juga menyampaikan niatnya untuk menambah jumlah penerima bisyaroh pendidik nonformal dari LPQ. Untuk saat ini penerima bisyaroh ada sekitar 2.525 ustadz.

“Tahun depan semoga bisa nambah lagi untuk temen-temen atau guru-guru TPQ yang lainnya yang belum dapat,” katnya.

Sementara itu, Ketua Badko LPQ Kota Semarang Bahrul Fawaid mengatakan, jumlah pendidik anggota LPQ Kota Semarang ada sekitar 7.000 orang. Dari jumlah tersebut baru 2.525 orang yang menerima bisyaroh.

“Ini yang kita undang hanya 2.525 ustadz dari total tujuh ribuan anggota kita. Tapi yang hadir lebih dari itu, jadi ada yang tidak kita undang tapi turut hadir dalam acara silaturahmi dan halalbihalal bersama Wali Kota Semarang,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Faid berpesan kepada para ustadz anggota Badko LPQ, untuk selalu merapatkan barisan bersama Pemkot Semarang. “Yang pertama mendukung setiap program Pemerintah Kota Semarang sesuai dengan visi kami, yakni mewujudkan generasi yang kokoh dalam akidah, rajin dalam beribadah, berakhlakul karimah, dan cinta tanah air Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Untuk mewujudkan generasi emas, Faid mengatakan, pihaknya rutin menggelar pembinaan setiap bulan. Pembinaan dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari pembinaan organisasi, kelembagaan, dan santri.

“Untuk pembinaan organisasi, setiap bulan kita adakan pembinaan rutin di kantor. Untuk pembinaan lembaga, setiap momen tertentu kita juga panggil mereka dan juga kita serahkan ke LPQ kecamatan,” katanya.

Sementara untuk pembinaan guru, lanjut Faid, langsung dipegang oleh Badko Kota melalui alat kelengkapan organisasi. 

Yaitu Lembaga Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan Al Quran (LP3Q) untuk metodologi pembelajarannya. Sedangkan untuk materi pengajaran, misalnya cara mengaji, diserahkan kepada lembaga masing-masing.

 

“Mereka dipersilahkan untuk memilih metode yang akan pakai, tanpa kita mereferensikan ke salah satunya. Misalnya Iqro, Qiroati, Al Baghdadi, An Nuur, atau Ummi, terserah, senyamannya ustadz,” terang dia.

Faid berharap, dengan cara tersebut akan meningkatkan pemahaman masyarakkat terhadap betapa pentingnya kuantitas dan kualitas pendidikan Alquran di Kota Semarang.

“Bukan sekadar soal ilmu pengetahuan, tetapi juga moral, akhlak, integritas. Itu kan jadi salah satu hal yang paling kita butuhkan untuk saat ini, selain modal kapital, selain soal modal modus demografi,” katanya