Tak Hanya Ibadah, Tarling Badko LPQ di Semarang Jadi Momen Perkuat Pendidikan Akhlak
- Ditulis oleh Badko LPQ Semarang
SEMARANG, suaramerdeka.com – Suasana khidmat menyelimuti kegiatan tarawih keliling (tarling) yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Semarang, kemarin
.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (Badko LPQ) Kota Semarang, asatidz TPQ, tokoh agama, serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang.
Ketua Badko LPQ Kota Semarang, Bahrul Fawaid, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme jamaah yang memadati aula rumah dinas hingga meluber ke halaman.
Ia menyebut hal itu sebagai bukti kecintaan masyarakat dalam menghidupkan syiar Ramadhan di Kota Semarang.
“Atas nama pribadi dan Badko LPQ Kota Semarang, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh hadirin yang telah rawuh dan bersama-sama menghidupkan Ramadhan melalui tarawih berjamaah ini,” ujarnya.
Bahrul juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Semarang, DPRD, Bagian Kesra, serta Dinas Pendidikan Kota Semarang atas perhatian konkret terhadap pendidikan keagamaan nonformal, khususnya LPQ.
Dan, pada tahun ini, sebanyak 4.000 ustadz mendapatkan fasilitasi bisyarah dari Pemkot Semarang.
Ia menyebutkan, dukungan anggaran bagi para ustaz dan ustazah LPQ tahun ini terus meningkat sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat pendidikan berbasis akhlak dan religiusitas.
“Ini bentuk perhatian luar biasa terhadap guru-guru TPQ dan Madin. Mari kita dukung bersama program Wali Kota dan Wakil Wali Kota, terutama dalam bidang pendidikan, keagamaan, dan sosial,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bahrul melaporkan capaian penghimpunan dana sosial sepanjang 2025 yang mencapai lebih dari Rp 500 juta, termasuk bantuan bagi masyarakat terdampak musibah di Sumatera.
Pada Ramadhan ini, Badko LPQ kembali mengedarkan kupon infak yang akan disalurkan melalui Baznas.
Menyukuri Nikmat
Kegiatan tarling kemudian diisi tausiyah oleh KH Asror.
Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk mensyukuri nikmat dapat bertemu kembali dengan bulan suci Ramadhan.
“Alhamdulillah doa kita di bulan Rajab dan Sya’ban dikabulkan Allah, sehingga kita bisa menikmati Ramadhan. Mari kita jalani puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga pikiran, mata, tangan, dan hati dari perbuatan dosa,” pesannya.
Kegiatan tarling kemudian diisi tausiyah oleh KH Asror.
Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk mensyukuri nikmat dapat bertemu kembali dengan bulan suci Ramadhan.
“Alhamdulillah doa kita di bulan Rajab dan Sya’ban dikabulkan Allah, sehingga kita bisa menikmati Ramadhan. Mari kita jalani puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga pikiran, mata, tangan, dan hati dari perbuatan dosa,” pesannya.
“Kita ini hamba Allah yang penuh dosa. Perbanyak istighfar dan doa, ‘Robbi firli warhamni watub ‘alayya’. Mohon ampun, mohon rahmat, dan mohon agar taubat kita diterima Allah,” ujarnya.
Di akhir acara, jamaah diajak untuk mendoakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang beserta seluruh jajaran pemerintah agar diberikan kesehatan, keberkahan, dan kemampuan dalam memimpin Kota Semarang menjadi lebih baik dan religius.
Kegiatan tarling ini menjadi momentum mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan keagamaan dalam membangun generasi Qurani yang berakhlak mulia di Kota Semarang.***


