SEMARANG, suaramerdeka.com – Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (Badko LPQ) Kota Semarang menggelar Rapat Kerja Tahun 2026, di Kantor Sekretariatnya, Jalan Dewi Sartika Timur XIV Sukorejo Gunungpati Semarang,

Minggu (11/1).

Kegiatan itu, bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan momen refleksi dan rencana strategis untuk memperkuat peran LPQ sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter religius dan nasionalis generasi muda.

Ketua I Badko LPQ Provinsi Jawa Tengah Fatah Syukur yang hadir sebagai representasi provinsi, memberikan apresiasi tinggi kepada Badko LPQ Kota Semarang.

Menurutnya, selama ini, Badko LPQ Kota Semarang telah menunjukkan kinerja sangat baik dan konsisten.

Ia menyoroti tata kelola manajemen organisasi yang rapi, pelaksanaan ujian dan wisuda bersama yang diselenggarakan dengan bermartabat, serta kepedulian sosial yang tinggi.

Fatah menulai, pencapaian itu, menjadikan Badko LPQ Kota Semarang layak menjadi barometer dan rujukan bagi Badko LPQ kabupaten/kota lainnya di Jawa Tengah.

“Ini bukan hanya pencapaian, tapi juga teladan bagi seluruh Jawa Tengah dalam pengembangan pendidikan keagamaan nonformal, terkhusus pendidikn al Quran,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Badko LPQ Kota Semarang Bahrul Fawaid, memaparkan berbagai aktivitas sukses yang telah dilaksanakan selama tahun 2025.

Mulai dari pembinaan rutin, kegiatan penjaminan mutu, ujian bersama, hingga Forum Asosiasi Santri Indonesia (FASI) Kecamatan se-Kota Semarang.

"Kami juga memberikan bantuan usaha bagi ustadz pelaku usaha, serta fasilitasi studi lanjut bagi puluhan pendidik dan santri untuk meningkatkan kompetensi," jelasnya.

Lebih lanjut, Bahrul mengungkapkan penyaluran infaq dan bantuan senilai lebih dari Rp 450 juta, yang menjadi bukti nyata komitmen organisasi dalam mendukung pendidikan dan kebutuhan santri.

Pencapaian itu, menurut Bahrul, tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.

"Dari pendidik yang mengabdi di LPQ, santri dan wali santri yang semangat belajar, hingga media yang berkontribusi dalam publikasi," katanya.

Ia juga menekankan peran krusial pemerintah, khususnya Pemkot Semarang, Kementerian Agama Kota Semarang, dan DPRD Kota Semarang yang telah melaksanakan pembinaan dan pendampingan dengan sangat baik.

“LPQ di Kota Semarang mendapat perhatian luar biasa dari Pemerintah Kota Semarang serta DPRD Kota Semarang dan juga Kemenag,” ungkapnya.

Bahrul melanjutkan dengan contoh konkret, seperti perjalanan ibadah umrah bagi pendidik LPQ, fasilitasi kegiatan, dan penambahan kuota insentif bagi pendidik.

“Ini membuktikan bahwa Pemerintah Kota Semarang sangat peduli dengan pendidikan keagamaan nonformal sebagai wadah membentuk karakter religius nasionalis,” tegasnya.

Dengan semangat kolaborasi itu, Badko LPQ Kota Semarang siap melangkah lebih jauh. Bahrul menegaskan tekadnya untuk bersama-sama memberikan yang terbaik bagi Kota Semarang, khususnya di bidang pendidikan Al-Qur'an nonformal.

"Kami bertekad menjadi pilar utama dalam membangun generasi yang beriman dan berakhlak mulia," tutupnya.